Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Minggu, 06 Januari 2019

Training Life Skill Santri Al-Lail

Diantara kegiatan santri Al-Lail adalah training life skill yang dilaksanakan setiap pekan sekali yaitu malam ahad yang meliputi training master of ceremony ( MC), khitobah, puisi, tilawah dan life skill lainnya.

Di pupuknya kegiatan tersebut dalam  rangka melatih kemampuan para santri untuk tampil di publik sebagai bekal kelak ketika berada dan berbaur di masyarakat dimanapun mereka berada.

Harapannya dengan kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi muslim penerus perjuangan islam di masa yang akan datang.

Terimakasih kami sampaikan kepada  semua sahabat Al-Lail yang terus mendukung berkontribusi baik secara moril maupun materiil untuk program dan kegiatan pendidikan di pesantren tahfizhul Qur'an Al-Lail.

Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Amin

#Redaksi

Selasa, 01 Januari 2019

Al-Qur’an Adalah Petunjuk


Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Alif lam mim. Inilah Kitab yang tidak ada sedikit pun keraguan padanya. Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 1-2). 

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya al-Qur’an ini menunjukkan kepada urusan yang lurus dan memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal salih bahwasanya mereka akan mendapatkan pahala yang sangat besar.” (QS. al-Israa’: 9).

Oleh sebab itu merenungkan ayat-ayat al-Qur’an merupakan pintu gerbang hidayah bagi kaum yang beriman. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, agar mereka merenungi ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad: 29).

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Apakah mereka tidak merenungi al-Qur’an, ataukah pada hati mereka itu ada gembok-gemboknya?” (QS. Muhammad: 24). 

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Apakah mereka tidak merenungi al-Qur’an, seandainya ia datang bukan dari sisi Allah pastilah mereka akan menemukan di dalamnya banyak sekali perselisihan.” (QS. an-Nisaa’: 82)

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya dia tidak akan sesat dan tidak pula celaka.” (QS. Thaha: 123).

Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata, “Allah memberikan jaminan kepada siapa saja yang membaca al-Qur’an dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya, bahwa dia tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akherat.” Kemudian beliau membaca ayat di atas (lihat Syarh al-Manzhumah al-Mimiyah karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr, hal. 49).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah menerangkan, bahwa maksud dari mengikuti petunjuk Allah ialah: Membenarkan berita yang datang dari-Nya,tidak menentangnya dengan segala bentuk syubhat/kerancuan pemahaman,mematuhi perintah,tidak melawan perintah itu dengan memperturutkan kemauan hawa nafsu (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 515 cet. Mu’assasah ar-Risalah)



Minggu, 30 Desember 2018

Mutiara Hadits : Membantu Sesama Muslim

"Barangsiapa yang membantu seorang muslim (dalam) suatu kesusahan di dunia maka Allah akan menolongnya dalam kesusahan pada hari kiamat, dan barangsiapa yang meringankan (beban) seorang muslim yang sedang kesulitan maka Allah akan meringankan (bebannya) di dunia dan akhirat” (HR Muslim).

Sabtu, 29 Desember 2018

Mendidik Peduli Lingkungan

Diantara model pendidikan yang ditanamkan kepada santri Al-Lail adalah menanamkan karakter Peduli Lingkungan sebagai bagian dari bentuk implementasi Iman.

Jum'at 28 Desember 2018 santri Al-Lail melakukan bakti sosial dengan memperbaiki jalan di pintu gerbang Tempat Pembuangan Sampah PPS. Harapannya dengan demikian dapat menumbuhkan kesadaran akan budaya tertib dan rapi pada kita semua khususnya dalam pembuangan sampah agar dibuang pada tempat yang sudah disedikan.

Kemudian pada Ahad 30 Desember 2018 santri Al-Lail juga melakukan bakti sosial dengan kembali memperbaiki jalan yang sudah mulai tampak terjadi kerusakan berupa amblesnya tatanan paving tepatnya di Jl. Topaz VIII PPS depan rumah nomor 6. Hal itu diinisiasi dan dilakukan sebagai bentuk antisipasi terjadinya kerusakan yang semakin parah.

Semoga dengan pola pendidikan demikian dapat menjadikan karakter pada diri santri sehingga sifat peka dan peduli terhadap lingkungan melekat dimanapun kelak mereka berada dan berkarya.

Jumat, 28 Desember 2018

Outbound Ceria Al-Lail

Pada 22-24 Desember 2018 Al-Lail Foundation menggelar kegiatan Outbound Ceria. Kegiatan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Semen Gresik dengan mengusung tema "Meraih Berkah dengan Memperkuat Ukhuwah". Kegiatan ini dilaksanakan guna melatih kemandirian santri.

Outbound merupakan bentuk pembelajaran perilaku kepemimpinan dan manajemen di alam terbuka dengan pendekatan yang unik dan sederhana tetapi efektif karena pelatihan ini tidak sarat dengan teori-teori melainkan langsung diterapkan pada elemen-elemen yang mendasar yang bersifat sehari-hari, seperti saling percaya, saling memperhatikan serta sikap proaktif dan komunikatif. 

Dimensi alam sebagai objek pendidikan bisa menjadi laboratorium sesungguhnya dan tempat bermain yang mengasyikan dengan berbagai metodenya.


Jumat, 21 Desember 2018

Dongeng Adalah Nasihat


Ahad, 9 Desember 2018 Al-Lail Foundation menyelenggarakan kegiatan ekstra yaitu kegiatan mendengarkan nasehat dengan dongeng. Hadir sebagai pendongeng pada kegiatan tersebut Kak Putri dari Kelas Inspirasi Gresik. Harapannya dengan kegiatan tersebut dapat menambah motivasi para santri Al-Lail dalam belajar dan menggali potensi diri.
Diantara cara memberikan nasihat kepada anak sehingga anak mau mendengarkan dan menurut apa yang dikatakan orangtua, guru, maupun teman adalah dengan dongeng. Mendongeng merupakan rangkaian  tutur kata yang dijadikan sarana alat bantu komunikasi, dengan muatan nilai-nilai positif, dan pesan moral  yang akan lekat terpatri dalam ingatan anak.
Mendongeng termasuk aktivitas berkomunikasi yang mudah dan murah. Mendongeng pada anak bisa dilakukan kapan dan di mana saja, Dongeng membuat nyaman, tenang sekaligus senang untuk membantu anak dalam berimajinasi. Dengan mendengarkan dongeng, anak tidak merasa dinasihati oleh orangtua maupun guru.



Menumbuhkan Empati Kepada Anak

Oleh : Mohammad Fauzil Adhim*


Membiasakan anak "bersedekah" dengan uang titipan orangtua tidak dengan sendirinya menjadikan anak-anak itu peka hatinya, tumbuh empatinya dan memiliki kemauan menyisihkan dari hartanya sendiri untuk sedekah atau amal shalih lainnya. Anak memerlukan pengalaman berkorban, yakni benar-benar mengeluarkan harta miliknya meskipun berupa uang saku dan bukan sekedar menjadi pembawa sedekah orangtua yang disalurkan lewat sekolah saat ada mobilisasi dana kepedulian ummat.


Pengalaman pun tidak cukup. Benar bahwa anak perlu mengalami sendiri, tetapi sekedar pengalaman tak cukup untuk menguatkan kepedulian dan kesediaan berkorban. Harus ada landasan yang kokoh berupa keyakinan terhadap agama. Ringan disebut, tetapi sungguh hanya iman yang mudah menggerakkan jiwa untuk berbuat tanpa menunggu ada yang mendesaknya beramal.


Empati juga memudahkan anak berbagi tanpa menunggu berlebih. Jika empatinya kuat, ada bahkan dapat menyisihkan uang saku berhari-hari agar dapat memberi dan menolong orang lain. Empati kepada orang lain serta empati kepada keluarga terdekatnya. Di antara hal yang memudahkan tumbuhnya empati kepada orangtua dan saudara-saudaranya adalah suasana keluarga yang bersahabat, adil dan saling merindukan.

 

Eratnya hubungan emosi antara anak dan keluarga tumbuh dari pengasuhan yang senantiasa menegakkan hilm (kelembutan beriring ketenangan) serta anah (kesanggupan menahan diri tidak bertindak kecuali setelah jelas segala sesuatunya). Penguat empati lainnya adalah keterlibatan anak dalam pekerjaan rumah-tangga, meskipun hanya soal melipat merapikan pakaiannya sendiri maupun menyiapkan makan malamnya atau makan malam untuk keluarga yang sedang tidak sehat.


Sangat mengharukan mendapati anak-anak yang segera tanggap ketika mendapati orangtua kurang sehat, meski mereka masih amat belia. Usia belum lagi 10 tahun. Trenyuh ketika anak usia 8 tahun menyisihkan uang sakunya demi membeli bingkisan untuk sahabatnya yang beberapa hari tidak masuk sekolah karena sakit. Sebagaimana teduh mendengar anak menawari menyiapkan makan siang saat ada kegiatan di luar rumah. Masakan seadanya dari anak yang masih SD rasanya lebih nikmat dibanding sajian di rumah makan.


*Mohammad Fauzil Adhim, Penulis Buku dan Pakar Parenting

**Sumber : majalahfahma.com