Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Kamis, 23 November 2017

Investasi Yang Pahalanya Terus Mengalir

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Mohon do'anya, Pondok Pesantren Tafizhul Qur'an Yayasan Al-Lail Gresik insya Allah akan melanjutkan proyek pembangunan asrama lantai dua.
Kami membuka peluang investasi akhirat kepada kaum muslimin untuk berpartisipasi dalam mensukseskan rencana tersebut dengan menyalurkan wakafnya melalui Yayasan Al-Lail.

Rekening donasi : 
#BRI : 759601002831534 
#BSM : 7074005475 
#BCA Syari'ah : 0338989899 
#BNI : 0362314663

Konfirmasi via WA ke 085706408238 a.n Ibu Laily

Sabtu, 21 Oktober 2017

Menjadikan Ridho Alloh Sebagai Orientasi Hidup

Oleh : Damanhuri, MPd*
 
Salah satu kepribadian seorang muslim terhadap Tuhannya adalah menjadikan Ridho Alloh SWT sebagai orientasi hidupnya dan cita-citanya. Seorang Muslim yang benar senantiasa mencari ridho Alloh dalam setiap amalannya. Keinginannya hanya agar Alloh senang, bahkan dalam setiap langkahnya dan pekerjaannya ingin Allah senang, bukan agar manusia senang. Walaupun, kadang-kadang dalam mencari Ridho Allah itu dia dibenci oleh manusia. 

Rasulullah SAW dalam riwayat Tirmidzi, menyampaikan, "Barang siapa mencari Ridho Alloh dengan sesuatu yang dibenci manusia, maka Allah akan mencukupkan (menjaga) baginya dari gangguan manusia. Barang siapa mencari keridhoan manusia dengan sesuatu yang mendatangkan bencinya Allah, maka Allah akan serahkan dia pada manusia".

Seorang Muslim menimbang semua perbuatannya dengan timbangan ridho Allah. Apa saja yang memberatkan timbangan itu, dia terima dan dia rela mengerjakannya, dan apa saja yang meringankan timbangan itu dia tolak dan dia jauhkan amalan itu. Sehingga, standar penilaian seorang Muslim menjadi lurus dan jalan yang menuju ridho Allah menjadi jelas terlihat di depan pandangannya.

Karena itu, seorang Muslim Tidak berada dalam situasi yang bertentangan dan menggelikan. Seolah-olah engkau lihat dia taati Allah dalam satu perkara dan dia durhaka (tidak taat) dalam perkara yang lain, atau dia halalkan satu hal pada satu masa dan mengharamkannya pada masa yang lain. Pada pribadi Muslim, tidak ada tempat untuk saling bertentangan selama titik tolaknya benar dan metodenya jelas dan standar penilaiannya tetap.

Sungguh, orang-orang yang engkau lihat mereka di masjid sholat dengan khusyu' kemudian engkau lihat mereka di pasar bermuamalah dengan riba. Dan engkau lihat mereka di rumah, di jalan, di sekolah, mereka tidak menegakkan syariat atau aturan Allah terhadap diri mereka dan terhadap anak-anak dan istri mereka, karena mereka kurang dan lemah dalam pemahaman dan gambaran mereka terhadap hakikat ini agama yang mengantarkan seorang Muslim dalam setiap perbuatannya pada keridhoan Allah SWT. Dari sini, maka muncullah setengah muslim, bahkan bagi mereka Islam hanya sebuah nama saja sedangkan kepribadian mereka ganda. Dan kepribadian ganda termasuk yang paling Berbahaya untuk umat Islam pada zaman sekarang ini. 

Cukupkan pada diri, firman Alloh SWT dalam QS. al Baqarah ayat 208 sebagai pesan untuk selalu diingat, “ Wahai orang yang beriman masuklah Islam secara kaffah (menyeluruh), janganlah mengikuti langkah syetan karena sungguh syetan adalah musuh yang nyata bagi kalian”. Wallohu A’lamu bish showab.[]

_________________ 
Salurkan zakat, infak, shadaqah dan wakaf anda melalui Pesantren Tahfizhul Qur'an Yayasan Al-Lail. Rekening donasi : #BRI : 759601002831534 #BSM : 7074005475 #BCA Syari'ah : 0338989899 #BNI : 0362314663 Konfirmasi via WA ke : 087882447664 / 08973825909  


Kamis, 28 September 2017

10 Muharram Hari Raya Anak Yatim


Pada tanggal 10 Muharram disebut sebagai hari Assyura. Tahun ini hari tersebut berdasarkan kalender Masehi jatuh pada hari Sabtu 30 September 2017. Pada hari tersebut umat islam disunnahkan untuk berpuasa. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam hadits, Ibnu Abbas ra. berkata :
 
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW. berupaya keras untuk berpuasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari Assyura dan bulan Ramadhan.”(HR. bukhari dan Muslim)

Pada hari itu juga disebut sebagai Hari Raya Anak Yatim. Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW. bersabda : “Dan barangsiapa yang membelaikan tangannya pada anak yatim di hari Assyura, maka Allah SWT mengangkat derajat orang tersebut untuk satu helai rambut satu derajat. Dan barangsiapa memberikan (makan dan minum) untuk berbuka bagi orang mukmin pada malam Assyura, maka orang tersebut seperti orang makanan kepada seluruh ummat Muhammad SAW dalam keadaan kenyang semuanya”.(al-Hadits)

Dalam hadits yang lain disebutkan : “Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di surge seperti ini. Kemudian beliau member isyarat dengan jari telunjuk dan jari tegah seraya sedikit merenggangkannya”. (HR.Bukhari)
_________________ 

Salurkan zakat, infak, shadaqah dan wakaf anda melalui Pesantren Tahfizhul Qur'an Yayasan Al-Lail. Rekening donasi : #BRI : 759601002831534 #BSM : 7074005475 #BCA Syari'ah : 0338989899 #BNI : 0362314663 Konfirmasi via WA ke : 087882447664 / 08973825909 


Rabu, 27 September 2017

Menjadi Orang Yang Beruntung di Dunia dan Akhirat


Oleh : Herman Sutarman, Lc
Setiap jiwa manusia, pasti memiliki rasa ingin menjadi diri yang baik dalam hidupnya, sebagaimana fitrahnya, manusia dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan baik/suci (fitrah), dan senantiasa cenderung tuk melakukan kebaikan.  

Rasulullah Saw bersabda: "Tiap-tiap orang yang dilahirkan ke dunia, terlahir dalam kesucian Islam" Sehingga sudah menjadi hal yang wajar ketika manusia itu senantiasa lebih senang bersikap dan berperilaku baik yang mana rasa itu lahir dari nurani yang luhur dan mulia, siapapun dia dan apapun situasi dan kondisinya.

Namun terkadang godaan dalam diri serta hawa nafsu senantiasa menghalanginya dari kebaikan yg diupayakannya, sehingga tidak sedikit manusia yang lebih cenderung berkelakuan tidak baik dan berkepribadian buruk.   

Menjadi pribadi yang baik, adalah idaman setiap insan, tanpa dibatasi oleh status maupun ras, karena dengan menjadi orang yang baik, ada kepuasan yang dirasakan dalam dirinya dan tak ternilai harganya.

Rasulullah saw. bersabda " tiga hal yang akan menghantarkan seseorang menjadi pribadi yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat. (1) selalu adil, baik dalam keadaan marah maupun ridho(tidak marah), (2) bersahaja (berprilaku sederhana), baik dikala kaya ataupun miskin, (3) senantiasa bertaqwa, baik disaat kesunyian (kesendirian) maupun dalam keramaian(ketika tidak sedang sendirian).

Dalam keadaan Ridho (tidak marah/tenang) seseorang mudah saja berlaku adil. Disamping peringatan Rasulullah Saw tentang kebaikan yang selayaknya dimiliki oleh umat manusia terkhusus umat Islam, maka Rasulullah juga mengingatkan kepada kita akan tiga hal yang seharusnya ditinggalkan oleh umat Islam, karena sifat-sifat tersebut sangat tidak sesuai dengan nilai keimanan dalam berislam.

Adapun tiga yang seharusnya dijauhi dan dapat menjadikan seseorang celaka, serta tidak akan disenangi siapapun di dunia maupun di akhirat, yaitu; (1) memelihara sifat pelit/kikir (2) mengikuti hawa nafsu (3) ujub (suka berbangga diri). Wallahu A’alam []

---------------
Salurkan zakat, infak, shadaqah dan wakaf anda melalui Pesantren Tahfizhul Qur'an Yayasan Al-Lail. Rekening donasi : #BRI : 759601002831534 #BSM : 7074005475 #BCA Syari'ah : 0338989899 #BNI : 0362314663 Konfirmasi via WA ke : 087882447664 / 08973825909 

Rabu, 13 September 2017

Menjalin Ukhuwah Generasi Qur'ani


Selasa, 12 September 2017 sore, santri Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Lail mengunjungi santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Ikhlas Sawungan Pakem Sleman Yogyakarta. Kunjungan tersebut dalam ragka menjalin ukhuwah generasi qur'ani dan saling berbagi serta memberi motivasi. 

Kedatangan  santri Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Lail disambut oleh para pengurus dan para santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Ikhlas. Kegiatan dikemas dengan sharing dan ramah tamah antar pengurus dan santri.
------------------------------------
Salurkan zakat, infak, shadaqah dan wakaf anda melalui Pesantren Tahfizhul Qur'an Yayasan Al-Lail. Rekening donasi : #BRI : 759601002831534 #BSM : 7074005475 #BCA Syari'ah : 0338989899 #BNI : 0362314663 Konfirmasi via WA ke : 087882447664 / 08973825909