Selasa, 03 Januari 2017

BERINFAQ DI JALAN ALLAH

Sahabat Al-Lail yang budiman, ketahuilah bahwa diantara kunci-kunci rizki ialah berinfaq di jalan Allah. Syaikh Ibnu Asyur rohimahulloh berkata : “Yang dimaksud dengan infaq di sini ialah infaq yang dianjurkan dalam agama. Seperti berinfaq kepada orang-orang fakir dan berinfaq di jalan Allah untuk menolong agama.” [Tafsirut Tahrir wa Tanwir, 22/221]


Allah berfirman: “Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” (QS. Saba 39).

Dalam menafsirkan ayat di atas, Al-Hafizh Ibnu Katsir rohimahulloh berkata : “Betapapun sedikit apa yang kamu infakkan dari apa yang diperintahkan Allah kepadamu dan apa yang diperbolehkanNya, niscaya Dia akan menggantinya untukmu di dunia, dan di akhirat engkau akan diberi pahala dan ganjaran” (Tafsir Ibnu katsir 3/595).

Maka, barangsiapa berinfak berarti dia telah memenuhi syarat untuk mendapatkan ganti. Sebaliknya, siapa yang tidak berinfak maka hartanya akan lenyap dan dia tidak berhak mendapatkan ganti. Hartanya akan hilang tanpa diganti, artinya lenyap begitu saja.

Sahabat Al-Lail yang budiman, sejatinya Allah memberi pinjaman kepada setiap orang, ada yang berupa tanah, kebun, perairan, tanaman untuk obat atau manfaat tertentu. Sebab setiap orang tentu memiliki pekerjaan atau tempat yang disanalah ia mendapatkan harta, dan semua itu milik Allah.

Di tangan manusia, harta itu adalah pinjaman. Jadi seakan-akan barang-barang tersebut adalah jaminan yang diberikan Allah dari rizkiNya, agar orang tersebut percaya penuh kepadaNya bahwa jika dia berinfak, Allah pasti akan menggantinya.
Namun ironis, sebagian diantara kita ternyata tidak mau berinfak dan membiarkan hartanya lenyap begitu saja tanpa mendapat pahala dan tanda syukur.

Dalam suatu hadits dijelaskan bahwa Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan ada malaikat yang berdo’a setiap hari kepada orang yang berinfak agar diberikan ganti oleh Allah.

Hadits dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Tidaklah para hamba berada di pagi hari kecuali di dalamnya terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdo’a, ‘Ya Allah, berikanlah kepada orang yang berinfak ganti (dari apa yang ia infakkan)’. Sedang yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kepada orang yang menahan (hartanya) kebinasaan (hartanya)”. [Shahihul Bukhari, Kitab Az-Zakah, no. 1442, 3/304].

Semoga Allah memudahkan rezeki kita sehingga kita senantiasa menjadi hambaNya yang senang menginfakkan harta kita di jalan Allah. Amin  

*Sumber : Tausiyah Bimbingan Islam

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar