Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Rabu, 31 Mei 2017

Kegiatan Ramadhan Santri Al-Lail

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa (Q.S al-Baqoroh:183)


Tiga Sahabat Saling Bersedekah di Detik-detik Kritis



Oleh  : M. Anwar Djaelani*


Di sebuah perang membela Islam, tiga orang terluka parah. Ketiganya sangat membutuhkan air minum. Tapi, setelah tersedia, mereka malah saling mengalah. Mereka saling mendahulukan sahabatnya agar bisa minum terlebih dahulu. Apa yang terjadi? Setelah gelas air itu ‘berputar’ di antara mereka tanpa sempat diminum, meninggallah mereka tanpa seorangpun sempat meminumnya. 

Pelajaran Menggetarkan


Di Perang Yarmuk, Ikrimah bin Abi Jahal berjuang untuk Islam secara total. Dia terus maju menghadapi musuh tiada gentar sedikitpun. Sudah banyak tentara Romawi yang tewas di tangannya. 

Demi memperhatikan ‘kinerja jihad’ Ikrimah yang super-berani itu, Khalid bin Walid –panglima perang- lalu mendekati dan mengingatkannya: “Ikrimah, janganlah nekat. Keberadaan Anda sangat dibutuhkan oleh kaum Muslimin!”

“Hm…, mudah saja Anda berkata seperti itu. Anda sudah merasakan manisnya berjuang di Jalan Allah bersama Rasulullah Saw ketika saya dan bapak saya masih sangat keras memerangi Islam. Pantaskah kini -setelah bersama Rasulullah Saw- saya malah lari dari hadangan pasukan Romawi? Oh, tidak! Biarkan saya menebus dosa-dosa saya,” kata Ikrimah dengan mantap. Lalu, tanpa ragu-ragu, ia kembali masuk ke arena perang.

Sayang, Ikrimah akhirnya terluka parah. Ia dibaringkan berdekatan dengan Harits bin Hisyam dan Suhail bin Umair yang juga terluka parah. Akibat kehilangan banyak darah, mereka bertiga sangat haus.

Ketika seorang perawat hendak memberi Ikrimah segelas air minum, tiba-tiba Harits mengeluh kehausan. Ikrimah meminta air itu untuk diberikan ke Harits saja. Namun, belum lagi bibir Harits menyentuh gelas, Suhail mengerang kehausan. Haritspun mendahulukan Suhail untuk minum. Tapi, Suhail pun tidak jadi minum dan mendahulukan Ikrimah yang kembali mengerang kehausan.

Begitu gelas berisi air itu didekatkan ke bibir Ikrimah, ternyata dia sudah meninggal. Demikian pula ketika air hendak diminumkan ke Harits, ternyata dia juga telah tiada. Lalu, Suhail menyusul syahid pula. Ketiganya gugur di medan jihad tanpa sempat minum untuk kali yang terakhir. Ma-syaa Allah!

Berbuat kebajikan memang perintah Allah. Ketiganya sangat memahami dan bahkan tampak berusaha untuk mempraktikkannya. Ikrimah, Harits, dan Suhail terlihat sedang “berebut perhatian” Allah. Ketiganya sedang “mencari perhatian” Allah. Mereka rindu untuk mendapat ridha Allah. “Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Al-Maaidah [5]: 93).

Berbuat baik kepada orang lain termasuk kebajikan yang sangat disukai untuk kita amalkan secara istiqomah. “Berlomba-lombalah berbuat kebajikan” (QS Al-Maaidah [5]: 48). Pada kisah Ikrimah dan dua sahabatnya di atas, jelas mereka sedang berlomba-lomba menjadi “yang terdepan” dalam hal berbuat kebajikan. Hal itu mantap mereka lakukan, agar mendapat kemenangan atau kebahagiaan. “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan” (QS Al-Hajj [22]: 77).

Ikrimah dan dua sahabatnya ingin selalu bersegera dan memperbanyak berbuat kebajikan Bahkan sekalipun harus melepas sesuatu yang sangat mereka cintai, sesuatu yang sangat mereka inginkan. Pada saat terjadi kisah “Tiga sahabat yang saling mengalah” tadi, sesungguhnya segelas air adalah sesuatu yang paling diinginkan dan sangat berharga yang –boleh jadi- akan bisa menyelamatkan mereka dari kematian. Tapi, mereka malah saling mengalah dan ingin mendahulukan sang sahabat untuk menikmati air itu. 

Mereka telah memperagakan dengan indah tentang bagaimana praktik “menafkahkan harta yang paling kita cintai”. “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya” (QS Ali ‘Imraan [3]: 92).

Mereka –Ikrimah dan dua sahabatnya- terlihat memiliki ciri sebagai orang shalih yaitu bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan. “Mereka beriman kepada Allah dan Hari Penghabisan. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang shalih” (QS Ali ‘Imraan [3]: 114) .

Pada kisah “Tiga sahabat yang saling mengalah” itu tampak nyata bahwa mereka memiliki ciri-ciri sebagai orang yang bertaqwa. Apa ciri-cirinya? Berinfaq di Jalan Allah, baik di saat lapang ataupun sempit. Jelas, di saat-saat mereka terluka parah dan kehausan, mereka tidak sedang lapang. Bahkan, sebaliknya, mereka benar-benar sedang dalam posisi kesempitan karena air yang tak segera diminum beresiko (memercepat) kematian. Tapi, saat itu, bagi mereka ajaran berikut ini teramat indah dan nikmat untuk diabaikan begitu saja. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali ‘Imraan [3]:133-134).

Atas apa yang telah mereka peragakan itu, pantas kiranya pahala dari Allah mereka terima. “Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala)-nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertaqwa” (QS Ali ‘Imraan [3]: 115).

Kebahagiaan Tertinggi


Segera ambil hikmah: Bahwa, berbuat kebajikan memang perintah Allah. “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemunkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” (QS An-Nahl [16]: 90).

Mari raih kebahagiaan yang hakiki dengan menjadi orang yang disukai Allah. “Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Al-Maaidah [5]: 93). Sungguh, adakah kebahagiaan lain yang bisa melebihi orang yang disukai Allah? []

*Penulis adalah kolumnis di beberapa media. Website :  http://www.anwardjaelani.com



 

Minggu, 14 Mei 2017

BERGEMBIRA MENYAMBUT RAMADHAN


Oleh : Subliyanto*
Tidak lama lagi kita akan kedatangan tamu agung. Tamu itu bernama Bulan Suci Ramadhan. Bulan agung yang datang setahun sekali dan mempunyai banyak keberkahan bagi manusia beriman. Dan pada bulan tersebut diperintahkan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman berupa ibadah puasa. Hal itu sebagaimana telah Allah Firmankan dalam kitab suciNya al-Qur’an :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (Al-Baqarah: 183)
Tentunya kalau kita akan kedatangan tamu agung di tempat kita, sudah tentu kita akan melakukan persiapan-persiapan dan menyambutnya dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan. Demikian juga dengan tamu agung yang bernama bulan suci Ramadhan.
Dalam sebuat hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang bergembira dengan masuknya bulan suci Ramadhan maka Allah haramkan jasadnya masuk neraka. Rasulullah bersabda : ”Barangsiapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.” 
Hadits di atas disebutkan oleh Al Khubawi (penulis kitab Durratun Nashihin) dalam kitabnya tanpa menyebutkan sanad dan sumbernya.
Bahagia dan gembira yang dimaksud bukan hanya sebatas gembira dalam performa semata. Akan tetapi gembira yang dimaksud adalah mengisi hari-hari bulan suci Ramadhan dengan mengisi dan memanfaatkannya dengan memperbanyak ibadah, karena pada bulan tersebut terdapat keutamaan-keutamaan yang Allah berikan.
Ramadhan merupakan bulan penuh berkah. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa :
Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin Hujr As-Sa’diy, telah menceritakan kepada kami Yuusuf bin Ziyaad, telah menceritakan kepada kami Hammaam bin Yahyaa, dari ‘Aliy bin Zaid bin Jud’aan, dari Sa’iid bin Al-Musayyib, dari Salmaan -radhiyallaahu ‘anhu-, ia berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berkhutbah kepada kami pada hari terakhir di bulan Sya’ban. Beliau bersabda :
“Wahai sekalian manusia, sungguh senantiasa hadir di hadapan kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, bulan yang didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada bulan tersebut sebagai ibadah wajib dan shalat malamnya sebagai ibadah sunnah tathawwu’. Barangsiapa yang mendekatkan diri (kepada Allah) didalamnya dengan suatu perbuatan yang baik (ibadah sunnah) maka ia akan diberi pahala bagaikan pahala ibadah wajib dan yang semisalnya, dan barangsiapa yang beribadah wajib didalam bulan tersebut maka ia akan diberi pahala bagaikan 70 kali pahala ibadah wajib dan yang semisalnya. Bulan tersebut adalah bulan kesabaran dan kesabaran akan diganjar surga, bulan penuh perenungan dan bulan ditambahkannya rizqi seorang mu’min.
Barangsiapa yang memberikan makan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa maka baginya ampunan untuk dosa-dosanya dan dibebaskan lehernya dari api neraka dan baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut dengan tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.
Para sahabat berkata, “Tidak semua dari kami dapat menemukan makanan untuk memberi makan orang yang berpuasa.”
Rasulullah bersabda, “Allah memberikan pahala bagi mereka yang memberi makan orang yang berpuasa (walaupun) dengan sebiji kurma, seteguk air atau dengan segelas susu. Bulan tersebut adalah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka. Barangsiapa yang berlemah lembut terhadap budaknya, Allah akan memberikan ampunan baginya dan membebaskannya dari neraka.
Perbanyaklah melakukan 4 hal didalam bulan tersebut, 2 diantaranya dapat membuat Rabb kalian ridha dan 2 diantaranya janganlah terluput darinya. Adapun 2 perbuatan yang membuat Rabb kalian ridha adalah bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah dan banyak memohon ampun kepadaNya. Dan adapun 2 perbuatan yang jangan terluput darinya adalah mohonlah surga kepada Allah dan berlindunglah kepadaNya dari siksa neraka. Barangsiapa yang mengenyangkan orang yang berpuasa, Allah akan memberinya minum dari haudh-ku dengan minuman yang membuatnya tidak akan merasakan haus hingga ia memasuki surga.” (Shahiih Ibnu Khuzaimah 3/191, Al-Maktab Al-Islaamiy)
Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kekuatan lahir dan batin, sehingga kita dapat menyambut kedatangan bulan suci Ramdhan dengan gembira dan mengimplementasikan kegembiraan tersebut dengan melaksanakan ibadah mahdhah dan menghiasinya dengan amalan-amalan sunnah sebagaimana telah Rasulullah sabdakan di atas. Amin, wallahu a’lam []
*Penulis adalah aktivis dakwah. Twitter @Subliyanto

Minggu, 07 Mei 2017

WAKIL BUPATI GRESIK RESMIKAN GEDUNG TAHFIZHUL QUR’AN AL-LAIL




Beretepatan dengan milad Al-Lail Foundation ke III, dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H, Gedung Tahfizul Qur’an Al-Lail diresmikan oleh Wakil Bupati Gresik, DR. H. MOH. QOSIM,M.Si. Peresmian disaksikan oleh tamu undangan yang terdiri dari warga Jl.Topaz dan para sahabat Al-lail. (07/05/2017)

Menurut Yanto selaku ketua panitia diselenggarakannya kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari amanah para sahabat Al-Lail yang telah memberikan dukungan, baik dukungan moril maupun materiil kepada Al-Lail.

DR. H. MOH. QOSIM,M.Si, Wakil Bupati Gresik sebelum menanda tangani peresmian Gedung Tahfizhul Qur’an memberikan tausyiah tentang keutamaan al-Qur’an dan Tarhib Ramadhan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H.

Wabub yang akrab dipanggil dengan Bapak Qosim itu memberi motivasi kepada para hadirin agar terus mempelajari, mengamalkan, dan mengajarkan al-Qur’an, karena dengan al-Qur’an semua urusan akan selesai.

“Dengan al-Qur’an semua urusan akan selesai”. Tutur wabub dalam pidatonya.

Wabub berharap dan menghimbau kepada semua hadirin agar terus mengajarkan al-Qur’an kepada anak-anaknya. Salah satunya dengan mengarahkan anak-anaknya kepada majlis-majlis al-Qur’an, termasuk ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Lail. 

Setelah tausyiah selesai, wabub didampingi para pengurus dan perwakilan sahabat Al-Lail menanda tangani piagam peresmian Gedung Thfizhul Qur’an dan Mushalla Al-Lail.

*Rep. Admin
**Foto : Mustaqim