Rabu, 27 September 2017

Menjadi Orang Yang Beruntung di Dunia dan Akhirat


Oleh : Herman Sutarman, Lc
Setiap jiwa manusia, pasti memiliki rasa ingin menjadi diri yang baik dalam hidupnya, sebagaimana fitrahnya, manusia dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan baik/suci (fitrah), dan senantiasa cenderung tuk melakukan kebaikan.  

Rasulullah Saw bersabda: "Tiap-tiap orang yang dilahirkan ke dunia, terlahir dalam kesucian Islam" Sehingga sudah menjadi hal yang wajar ketika manusia itu senantiasa lebih senang bersikap dan berperilaku baik yang mana rasa itu lahir dari nurani yang luhur dan mulia, siapapun dia dan apapun situasi dan kondisinya.

Namun terkadang godaan dalam diri serta hawa nafsu senantiasa menghalanginya dari kebaikan yg diupayakannya, sehingga tidak sedikit manusia yang lebih cenderung berkelakuan tidak baik dan berkepribadian buruk.   

Menjadi pribadi yang baik, adalah idaman setiap insan, tanpa dibatasi oleh status maupun ras, karena dengan menjadi orang yang baik, ada kepuasan yang dirasakan dalam dirinya dan tak ternilai harganya.

Rasulullah saw. bersabda " tiga hal yang akan menghantarkan seseorang menjadi pribadi yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat. (1) selalu adil, baik dalam keadaan marah maupun ridho(tidak marah), (2) bersahaja (berprilaku sederhana), baik dikala kaya ataupun miskin, (3) senantiasa bertaqwa, baik disaat kesunyian (kesendirian) maupun dalam keramaian(ketika tidak sedang sendirian).

Dalam keadaan Ridho (tidak marah/tenang) seseorang mudah saja berlaku adil. Disamping peringatan Rasulullah Saw tentang kebaikan yang selayaknya dimiliki oleh umat manusia terkhusus umat Islam, maka Rasulullah juga mengingatkan kepada kita akan tiga hal yang seharusnya ditinggalkan oleh umat Islam, karena sifat-sifat tersebut sangat tidak sesuai dengan nilai keimanan dalam berislam.

Adapun tiga yang seharusnya dijauhi dan dapat menjadikan seseorang celaka, serta tidak akan disenangi siapapun di dunia maupun di akhirat, yaitu; (1) memelihara sifat pelit/kikir (2) mengikuti hawa nafsu (3) ujub (suka berbangga diri). Wallahu A’alam []

---------------
Salurkan zakat, infak, shadaqah dan wakaf anda melalui Pesantren Tahfizhul Qur'an Yayasan Al-Lail. Rekening donasi : #BRI : 759601002831534 #BSM : 7074005475 #BCA Syari'ah : 0338989899 #BNI : 0362314663 Konfirmasi via WA ke : 087882447664 / 08973825909 

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar