Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Minggu, 30 Desember 2018

Mutiara Hadits : Membantu Sesama Muslim

"Barangsiapa yang membantu seorang muslim (dalam) suatu kesusahan di dunia maka Allah akan menolongnya dalam kesusahan pada hari kiamat, dan barangsiapa yang meringankan (beban) seorang muslim yang sedang kesulitan maka Allah akan meringankan (bebannya) di dunia dan akhirat” (HR Muslim).

Sabtu, 29 Desember 2018

Mendidik Peduli Lingkungan

Diantara model pendidikan yang ditanamkan kepada santri Al-Lail adalah menanamkan karakter Peduli Lingkungan sebagai bagian dari bentuk implementasi Iman.

Jum'at 28 Desember 2018 santri Al-Lail melakukan bakti sosial dengan memperbaiki jalan di pintu gerbang Tempat Pembuangan Sampah PPS. Harapannya dengan demikian dapat menumbuhkan kesadaran akan budaya tertib dan rapi pada kita semua khususnya dalam pembuangan sampah agar dibuang pada tempat yang sudah disedikan.

Kemudian pada Ahad 30 Desember 2018 santri Al-Lail juga melakukan bakti sosial dengan kembali memperbaiki jalan yang sudah mulai tampak terjadi kerusakan berupa amblesnya tatanan paving tepatnya di Jl. Topaz VIII PPS depan rumah nomor 6. Hal itu diinisiasi dan dilakukan sebagai bentuk antisipasi terjadinya kerusakan yang semakin parah.

Semoga dengan pola pendidikan demikian dapat menjadikan karakter pada diri santri sehingga sifat peka dan peduli terhadap lingkungan melekat dimanapun kelak mereka berada dan berkarya.

Jumat, 28 Desember 2018

Outbound Ceria Al-Lail

Pada 22-24 Desember 2018 Al-Lail Foundation menggelar kegiatan Outbound Ceria. Kegiatan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Semen Gresik dengan mengusung tema "Meraih Berkah dengan Memperkuat Ukhuwah". Kegiatan ini dilaksanakan guna melatih kemandirian santri.

Outbound merupakan bentuk pembelajaran perilaku kepemimpinan dan manajemen di alam terbuka dengan pendekatan yang unik dan sederhana tetapi efektif karena pelatihan ini tidak sarat dengan teori-teori melainkan langsung diterapkan pada elemen-elemen yang mendasar yang bersifat sehari-hari, seperti saling percaya, saling memperhatikan serta sikap proaktif dan komunikatif. 

Dimensi alam sebagai objek pendidikan bisa menjadi laboratorium sesungguhnya dan tempat bermain yang mengasyikan dengan berbagai metodenya.


Jumat, 21 Desember 2018

Dongeng Adalah Nasihat


Ahad, 9 Desember 2018 Al-Lail Foundation menyelenggarakan kegiatan ekstra yaitu kegiatan mendengarkan nasehat dengan dongeng. Hadir sebagai pendongeng pada kegiatan tersebut Kak Putri dari Kelas Inspirasi Gresik. Harapannya dengan kegiatan tersebut dapat menambah motivasi para santri Al-Lail dalam belajar dan menggali potensi diri.
Diantara cara memberikan nasihat kepada anak sehingga anak mau mendengarkan dan menurut apa yang dikatakan orangtua, guru, maupun teman adalah dengan dongeng. Mendongeng merupakan rangkaian  tutur kata yang dijadikan sarana alat bantu komunikasi, dengan muatan nilai-nilai positif, dan pesan moral  yang akan lekat terpatri dalam ingatan anak.
Mendongeng termasuk aktivitas berkomunikasi yang mudah dan murah. Mendongeng pada anak bisa dilakukan kapan dan di mana saja, Dongeng membuat nyaman, tenang sekaligus senang untuk membantu anak dalam berimajinasi. Dengan mendengarkan dongeng, anak tidak merasa dinasihati oleh orangtua maupun guru.



Menumbuhkan Empati Kepada Anak

Oleh : Mohammad Fauzil Adhim*


Membiasakan anak "bersedekah" dengan uang titipan orangtua tidak dengan sendirinya menjadikan anak-anak itu peka hatinya, tumbuh empatinya dan memiliki kemauan menyisihkan dari hartanya sendiri untuk sedekah atau amal shalih lainnya. Anak memerlukan pengalaman berkorban, yakni benar-benar mengeluarkan harta miliknya meskipun berupa uang saku dan bukan sekedar menjadi pembawa sedekah orangtua yang disalurkan lewat sekolah saat ada mobilisasi dana kepedulian ummat.


Pengalaman pun tidak cukup. Benar bahwa anak perlu mengalami sendiri, tetapi sekedar pengalaman tak cukup untuk menguatkan kepedulian dan kesediaan berkorban. Harus ada landasan yang kokoh berupa keyakinan terhadap agama. Ringan disebut, tetapi sungguh hanya iman yang mudah menggerakkan jiwa untuk berbuat tanpa menunggu ada yang mendesaknya beramal.


Empati juga memudahkan anak berbagi tanpa menunggu berlebih. Jika empatinya kuat, ada bahkan dapat menyisihkan uang saku berhari-hari agar dapat memberi dan menolong orang lain. Empati kepada orang lain serta empati kepada keluarga terdekatnya. Di antara hal yang memudahkan tumbuhnya empati kepada orangtua dan saudara-saudaranya adalah suasana keluarga yang bersahabat, adil dan saling merindukan.

 

Eratnya hubungan emosi antara anak dan keluarga tumbuh dari pengasuhan yang senantiasa menegakkan hilm (kelembutan beriring ketenangan) serta anah (kesanggupan menahan diri tidak bertindak kecuali setelah jelas segala sesuatunya). Penguat empati lainnya adalah keterlibatan anak dalam pekerjaan rumah-tangga, meskipun hanya soal melipat merapikan pakaiannya sendiri maupun menyiapkan makan malamnya atau makan malam untuk keluarga yang sedang tidak sehat.


Sangat mengharukan mendapati anak-anak yang segera tanggap ketika mendapati orangtua kurang sehat, meski mereka masih amat belia. Usia belum lagi 10 tahun. Trenyuh ketika anak usia 8 tahun menyisihkan uang sakunya demi membeli bingkisan untuk sahabatnya yang beberapa hari tidak masuk sekolah karena sakit. Sebagaimana teduh mendengar anak menawari menyiapkan makan siang saat ada kegiatan di luar rumah. Masakan seadanya dari anak yang masih SD rasanya lebih nikmat dibanding sajian di rumah makan.


*Mohammad Fauzil Adhim, Penulis Buku dan Pakar Parenting

**Sumber : majalahfahma.com


Minggu, 02 Desember 2018

Urgensi Pendidikan Tauhid

Orang tua mempunyai tanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak-anaknya. Sehingga sebagai orang tua harus mampu memberikan arahan dan bimbingan kepada anak-anaknya guna melahirkan generasi yang baik kelak di masa yang akan datang.

Pada catatan sebelumnya dijelaskan bahwa ada tiga pilar pendidikan utama yang harus kita ajarkan kepada  anak-anak kita, yaitu pendidikan tauhid, pendidikan akhlak, dan pendidikan ibadah. Dengan tiga pendidikan ini diharapkan dapat melahirkan anak-anak yang shaleh.

Untuk melengkapi catatan tersebut, penulis ingin membahas salah satu dari tiga pilar pendidikan utama di atas, yaitu “Pendidikan Tauhid”, yang mana pendidikan ini merupakan pendidikan pertama dan utama bagi kita sebagai seorang muslim.

Dalam ajaran islam, pendidikan tauhid memiliki kedudukan yang sangat penting. Ibarat sebuah bangunan, pendidikan tauhid adalah pondasinya. Sedangkan pendidikan akhlak dan pendidikan ibadah adalah dua pendidikan yang terbangun di atasnya.

Suatu bangunan, jika dibangun tanpa pondasi yang kokoh, maka bangunan itu akan rapuh. Jangankan sampai ada gempa bumi atau badai, untuk sekedar menahan atau menanggung beban atap saja, bangunan tersebut tidak akan kuat, sehingga mudah runtuh dan hancur.

Demikian juga dengan manusia dalam menjalani hidup dan kehidupan ini, yang pertama dan utama ditanamkan adalah pendidikan tauhid yang benar, kemudian tauhid yang benar dihiasi dengan akhlak yang baik, dan amal ibadah yang benar dan sempurna, maka insya Allah hidupnya akan terarah, dan selalu berada di jalan yang lurus.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴿٦٥﴾
Artinya : “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi” (QS.az-Zumar : 65).

Dari ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa inti dari pendidikan tauhid adalah menanamkan keyakinan kepada anak-anak kita bahwa Allah subhanahu wa ta’alaadalah Tuhan yang maha Esa yang harus di sembahnya. Dialah yang menciptakan manusia, serta alam dan isinya. Sehingga kita sebagai hamba-Nya wajib mengesakan-Nya, dan menjauhkan diri kita dari kesyirikan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
Artinya : “ Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". (QS. al-Ikhlas : 1-4)

Lantas seperti apa dan bagaimana implementasi dari pendidikan tauhid ?

Secara sederhana implementasi dari pendidikan tauhid dijelaskan dalam sebuah kisah Luqman al-Hakim ketika mendidik anaknya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ﴿١٣﴾
Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar". (QS. Luqman : 13)
وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ ﴿١٤﴾
Artinya : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (QS. Luqman : 14)
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿١٥﴾
Artinya : “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Luqman : 15)
يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الأرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ ﴿١٦﴾
Artinya : “(Lukman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui”. (QS. Luqman : 16)
يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأمُورِ ﴿١٧﴾
Artinya : “Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (QS. Luqman : 17)
وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ﴿١٨﴾
Artinya : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (QS. Luqman : 18)
وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الأصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ ﴿١٩﴾
Artinya : “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”. (QS. Luqman : 19)

Kisah di atas paling tidak menjadi rujukan bagi kita sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak kita, sehingga anak-anak kita menjadi generasi yang shaleh.

Dalam mengimplementasikan pendidikan tauhid, terdapat beberapa unsur yang harus menjadi pegangan bagi orang tua dan para pendidik.  

Pertama, Allah sebagai sumber Ilmu dan Kebenaran. Dialah pendidik manusia yang sesungguhnya.  Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ﴿١﴾ خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ﴿٢﴾ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ﴿٣﴾ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ﴿٤﴾ عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ﴿٥﴾ 
Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”(QS Al-Alaq : 1-5)

Kedua, Ridho Allah adalah tujuan kita. Seluruh aktivitas pendidikan diarahkansepenuhnya sebagai pengabdian kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Semua pihak yang terlibat dalam pendidikan harus ikhlas, memurnikan niat semata-mata untuk mencari ridho Allah. Mencari ilmu bukan untuk kebanggaan diri, meningkatkan status sosial, atau untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi. Allahsubhanahu wa ta’ala berfirman :
وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ ﴿٥﴾
Artinya : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah : 5)

Ketiga, Mendidik bersama Allah dan melibatkan Allah dalam keseluruhan aktivitas pendidikan. Guru dan orang tua harus dekat dengan Allahmenjaga kebersihan jiwa, dan meninggalkan segala bentuk dosa dan kemaksiatan, karena jiwa yang kotor tidak akan mampu menghantarkan nilai pendidikan kepada anak.

Keempat, Menyerahkan sepenuhnya kepada Allah hasil dari segala ikhtiar dalam pendidikan karena hanya Dia yang berhak memberi petunjuk kepada hamba-Nya. Dengan segala kelemahan, kebodohan, dan kemaksiatan pada diri kita sejatinya sangat tidak layak kita menjadi pendidik jiwa manusia. Allah subhanahu wa ta’alaberfirman :
إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ﴿٥٦﴾
Artinya : "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah menunjuki orang yang dikehendaki-Nya dan Allah mengetahui orang-orang yang menerima petunjuk" (QS  Al-Qashash : 56)
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلأنْفُسِكُمْ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لا تُظْلَمُونَ ﴿٢٧٢﴾
Artinya : “Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya” (QS Al-Baqarah: 272).


Semoga Allah senantiasa memudahkan kita dalam mendidik dan membimbing anak-anak kita. Wallahu A’lam.[]


Tiga Pilar Pendidikan Islam Bagi Anak


Salah satu kewajiban kita sebagai orang tua adalah memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak kita. Pendidikan sangat penting untuk masa depan mereka. Apabila kita sebagai orang tua salah dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak kita, maka akan berakibat fatal. Tidak hanya fatal terhadap masa depan anak-anak kita, tapi juga fatal terhadap kita sendiri kelak di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Demikian juga sebaliknya jika kita sebagai orang tua bersungguh-sungguh dalam memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak kita, maka berarti kita sudah memberikan hadiah terbaik untuk masa depan mereka, dan juga tentunya bernilai positif bagi diri kita sebagai orang tua ketika dimintai pertanggung jawaban kelak di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh Muhammad Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam tentang tiga amalan manusia yang tidak terputus ketika ia mati. Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Apabila manusia meninggal dunia maka amalnya terputus darinya kecuali tiga perkara, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendo’akan orang tuanya”. (HR.Muslim)

Untuk memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak kita, setidaknya ada tiga pilar pendidikan utama yang harus kita ajarkan kepada  mereka, yaitu pendidikan tauhid, pendidikan akhlak, dan pendidikan ibadah.

Pertama, pendidikan tauhid. Pada pendidikan ini kita kenalkan anak-anak kita dengan Allah subhanahu wa ta’ala sebagai penciptanya dan pencipta alam semesta dan isinya, sehingga keimanan anak-anak kita kepada Allahsubhanhu wa ta’ala benar-benar melekat dan tertanam dengan kuat di hati mereka.

Allah subhanhu wa ta’ala berfirman :
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS.al-Mu’minun : 12-14)

Kedua, pendidikan akhlak. Pada pendidikan ini kita tanamkan karakter-karakter baik kepada mereka, kita ajarkan dan kita bimbing anak-anak kita untuk memahami tentang adab-adab dalam kehidupan mereka, baik adab kepada diri sendiri, maupun adab terhadap orang lain, serta adab beramal dalam kehidupan sosial mereka.

Pendidikan akhlak sangat penting dalam kehidupan manusia, karenanya Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (pada hari kiamat) dari akhlak yang baik”. (HR. Abu Dawud).

Pendidikan akhlak telah diajarkan dalam islam dan menjadi misi diutusnya Muhammad Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam. Muhammad Rasulullahshallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. (HR. Al-Bazzar)

Ketiga, pendidikan ibadah. Pada pendidikan ini kita ajarkan dan kita bimbing anak-anak kita untuk beribadah dengan baik dan benar sesuai dengan syari’at yang telah ditetapkan oleh Allah dan Muhammad Rasulullahshallahu ‘alaihi wasallam, karena hakikat manusia yang sesungguhnya adalah sebagai ‘Abdullah, yaitu hamba Allah yang senantiasa beribadah kepada Allah subhanhu wa ta’ala dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Allah subhanhu wa ta’ala berfirman : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” ( QS. Adz-Dzariyat : 56 )

Ketiga pilar pendidikan utama di atas merupakan tiga mata rantai pendidikan yang tidak bisa dipisahkan pelaksanaanya dalam kehidupan manusia. Ketiganya saling melengkapi sehingga menjadi rangkaian pendidikan yang utuh dan sempurna.

Selain dari ketiga pendidikan utama tersebut hendaknya kita juga mengajarkan pendidikan keterampilan kepada anak-anak kita sebagai bekal bagi mereka dalam menjalani kehidupan.

Namun, tentunya dalam mendidik anak-anak kita, kita juga harus menyesuaikan dengan jenjang dan kemampuan mereka dalam menerima pendidikan dan pemahaman, karena pendidikan adalah proses perubahan yang berkesinambungan sesuai dengan kemampuan dan perkembangan anak-anak kita.

Jenjang kemampuan inilah yang menjadi filosofis lahirnya sebuah lembaga pendidikan yang bernama sekolah yang bergerak dalam bidang pendidikan dan dikelola secara tersruktur guna membantu kita para orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya.

Lahirnya lembaga pendidikan yang bernama sekolah bukan berarti menggugurkan kewajiban kita sebagai orang tua dalam memberikan pendidikan secara langsung kepada anak-anak kita. Akan tetapi pendidikan utama tetap bertumpu kepada kita sebagai orang tua.

Jika kita sebagai orang tua memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak kita, baik secara langsung maupun melalui lembaga pendidikan yang bernama sekolah, maka insya Allah kita akan melahirkan generasi yang baik pula di masa yang akan datang, demikian juga sebaliknya. Wallahu A’lam []


Selasa, 27 November 2018

Pendaftaran Santri Baru



PESANTREN TAHFIZHUL QUR’AN AL-LAIL
Maraknya pergaulan bebas, canggihnya teknologi membuat manusia terlena terhadap kesenangan prakmatisme sehingga saat ini dibutuhkan sebuah solusi riil untuk diadakan sebuah layanan pendidikan al-Qur’an. Untuk itu Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Lail hadir untuk menjawab permasalahan tersebut, dengan program khusus Tahfizhul Qur’an dan pembelajaran  keislaman sesuai jenjang pendidikan.

Pesantren Tahfizhul Qur’an merupakan salah satu dari kegiatan amal usaha yang ada dibawah naungan Yayasan Al-Lail. Didirikannya Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Lail  karena melihat pentingnya generasi muslim khususnya kalangan pemuda dan pemudi sebagai generasi penerus perjuangan Islam di masa yang akan datang.

SANTRI PESANTREN TAHFIZHUL QUR’AN AL-LAIL
Santri di Pesantren Tahfizhul Qur’an  terdiri dari dua katagori, yaitu santri berasrama dan santri non asrama atau yang disebut dengan santri kalong. Santri berasrama adalah santri yang tinggal di asrama dan mengikuti kegiatan asrama selama 24 jam dengan sistem pembelajaran home schooling fokus pada Tahfizhul Qur’an dan pembelajaran keislaman. Sementara santri kalong adalah santri yang tidak tinggal di asrama, namun mengikuti kegiatan pembelajaran di Pesantren Tahfizhul Qur’an di luar jam sekolah formal. Program ini diperuntuhkan bagi warga sekitar dan masyarakat umum yang peduli terhadap pendidikan al-Qur’an.

PENERIMAAN SANTRI BARU
Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Lail, menerima pendaftaran santri baru dengan kriteria:
· Beasiswa 100% (asrama,makan, pendidikan) bagi santri yatim, piyatu, dhu’afa’.
. Bagi santri selain yang disebutkan di atas dikenakan biaya sesuai biaya yang sudah ditentukan
· Bagi santri kalong dikenakan infaq dan sadaqah sesuai kemampuan.

PROGRAM DAN PERSYARATAN CALON SANTRI
1Tingkat SD Tahfizh al-Qur'an
Syarat :
· Laki-laki / perempuan
· Usia minimal 6 tahun dan maksimal 12th (1SD-6SD)
· Mengisi formulir pendaftaran
· Menyerahkan foto copy KK,akta kelahiran
· Siap tinggal diasrama
· Mengikuti program asrama dan pembelajaran keislaman dan umum tingkat SD/MI dengan sistem Home Schooling


2. Tingkat SMP/MTs Tahfizh al-Qur’an Program 6 Tahun ( Plus SMA/MA )
Syarat :
· Laki-laki / perempuan
· Usia minimal 12 tahun
· Lulus SD/ MI/ sederajat
· Mengisi formulir pendaftaran
· Menyerahkan foto copy KK,akta kelahiran dan Ijazah terakhir
· Siap tinggal diasrama
· Mengikuti program asrama dan pembelajaran keislaman dan umum tingkat SMP/MTs/SMA/MA dengan sistem Home Schooling

3. Tahfizh Qur’an Murni (TQM) Program 4 tahun
Syarat :
· Laki-laki/perempuan
· Usia Bebas ( anak, remaja, dewasa, paruh baya)
· Mengisi formulir pendaftaran
· Menyerahkan foto copy KK,akta kelahiran dan Ijazah terakhir
· Siap tinggal di asrama
· Mengikuti program asrama dan pembelajaran keislaman dan umum

4. Pesantren Tahfizh al-Qur’an Anak Muslim-Muslimah Indonesia (AMMI)
Syarat :
· Laki-laki/perempuan
· Usia minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun
· Mengisi formulir pendaftaran
 -Mengisi surat pernyataan kesanggupan menjadi santri / mengikuti program kegiatan pendidikan sampai SMA/MA
· Menyerahkan foto copy KK,akta kelahiran dan Ijazah terakhir
· Yatim, piatu,  dhuafa' dan muallaf
· Siap tinggal di asrama
· Mengikuti program asrama dan pembelajaran keislaman dan umum dengan sistem Home Schooling

5. Taman Pendidikan Al-Qur’an / TPQ (Santri Kalong)
Syarat :
· Laki-laki/perempuan
· Usia minimal 2 tahun maksimal 6 tahun
· Mengisi formulir pendaftaran
· Menyerahkan foto copy KK,akta kelahiran dan raport terakhir
· Siap mengikuti kegiatan pembelajaran al-Qur’an di asrama sesuai jadwal (di luar jam sekolah formal)

TEMPAT PENDAFTARAN
Sekretariat : Jl Topaz V no 32 Perum pondok Permata Suci (PPS) Manyar Gresik Jatim. Phone/SMS/WA PPSB: 085225264224. Email: yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com. Website : www.yayasanallail.com

“Al-Lail Mencetak Generasi Qur’ani”