Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Sekretariat : Jl Topaz V No 32 Perum Pondok Permata Suci (PPS ) Kec. Manyar Kab. Gresik

Email : yayasan_allail@yahoo.com / yayasanallail14@gmail.com Website : www.yayasanallail.com. Phone/SMS/WA. 085706408238 No. Rek BSM: 7074005475 BRI: 759601002831534 BCA Syari'ah: 0338989899 BNI: 0362314663 a/n Yayasan AL Lail

Rabu, 17 Juni 2020

Peran Orang Tua dalam Menyambut Tahun Ajaran Baru


Oleh : Subliyanto*

Sebentar lagi dunia pendidikan akan memulai aktivitas pendidikan di tahun ajaran baru 2020/2021. Para orang tua juga sedang ber "fastabiqul khairat" dalam memilihkan tempat pendidikan putra-putrinya sesuai dengan jenjangnya berdasarkan usia anaknya. Hal itu menunjukkan bahwa betapa pentingnya ilmu. Belajar atau menuntut ilmu merupakan ibadah terbaik bagi manusia. Karena dengan ilmu dapat mengantarkan manusia mendekatkan diri kepada Rabnya.

Dikutip dari buku Prophetic Parenting, dengan judul asli "Manhaj at-Tarbiyah an-Nabawiyah lith Tifhl", dalam hal pendidikan atau proses belajar, Rasulullah SAW. meletakkan kaidah mendasar bahwa masa kanak-kanak adalah masa belajar dan menuntut ilmu. Hal itu juga menunjukkan bahwa betapa pentingnya bagi para orang tua dalam memperhatikan pendidikan anak-anaknya.

Maka tak heran jika Yahya bin Khalid berkata kepada anaknya "Pelajarilah segala macam pengetahuan. Sebab, manusia adalah musuh bagi apa yang tidak diketahuinya, dan aku tidak suka engkau menjadi musuh bagi salah satu cabang ilmu pengetahuan". (Prophetic Parenting halaman 499).

Motivasi belajar juga disampaikan oleh Badi'us Zaman al-Hamadzani (Prophetic Parenting halaman 498), beliau mengirimkan surat kepada keponakannya untuk serius dalam menuntut ilmu. Dalam suratnya, beliau berpesan, "Engkau adalah anakku selama menuntut ilmu adalah kesibukanmu, madrasah adalah rumahmu, pena adalah temanmu, dan buku adalah sahabatmu. Apabila engkau tidak melakukannya, maka orang lain yang menjadi pamanmu. Wassalam".

Dalam memberikan arahan dan bimbingan tentang urgensitas menuntut ilmu kepada para generasi, kisah-kisah para salafus shaleh yang tidak bisa disebutkan satu persatu dalam tulisan ini, patut kiranya menjadi renungan bagi para orang tua yang secara manusiawi mendambakan putra-putrinya menjadi anak yang shaleh dan shalehah.

Maka pada momentum menjelang tahun ajaran baru ini, peran orang tua sangat penting untuk mengarahkan putra-putrinya dalam menentukan apa, dimana dan kepada siapa anaknya akan belajar, serta terus memberikan motivasi agar putra-putrinya belajar dengan sungguh-sungguh. Karena hal itu merupakan pintu utama bagi masa depan anak-anaknya.

Kesalahan orang tua dalam memberikan arahan dan bimbingan dalam proses pendidikan anak-anaknya, akan berakibat fatal, baik kepada diri anaknya dan juga kepada dirinya sebagai orang tuanya. Fatal yang dimaksud bukan dalam hal dunia yang dapat diindera semata, akan tetapi terlebih kelak di akhirat yang semua dari kita sebagai orang tua akan diminta pertanggung jawabannya.

Sebagai penutup dari tulisan singkat ini, penulis sematkan salah satu hadits tentang petunjuk Rasulullah SAW. kepada para orang tua. Beliau bersabda :

"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu Yahudi, Nashrani, atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya ?". (HR. Bukhari)

Wallahu a'lam []

Minggu, 26 April 2020

Peduli dengan Berbagi di Bulan Suci


Dalam rangka Milad Yayasan Al-Lail ke VI dan menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1441 H/2020, Yayasan Al-Lail menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan sekaligus bakti sosial pada hari pertama bulan suci ramadhan.


Kegiatan dengan tema "Peduli dampak covid-19 dengan berbagi di bulan suci, Ramadhan berkah di tengah wabah covid-19" tersebut digelar sebagai wujud kepedulian khususnya kepada masyarakat yang terkena dampak wabah covid-19. 


Kendatipun ramadhan 1441 H kali ini #DirumahSaja, berbeda dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya, yayasan Al-Lail tetap mengajak dan memanggil kepada sahabat muslim dimanapun berada untuk terus semangat dalam mewujudkan soliditas, solidaritas, dan menumbuhkan rasa simpati dan empati kepada saudara muslim lainnya.


Partisipasi, simpati dan empati sahabat bisa disalurkan melalui layanan donasi Al-Lail, dengan nomor rekening :


Selasa, 21 April 2020

Membuka Hati di Tengah Pandemi


"Peduli dampak covid-19 dengan berbagi di bulan suci, Ramadhan berkah di tengah wabah covid-19". 

Itulah tema yang diusung dalam rangka Milad Yayasan Al-Lail ke VI dan menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1441 H/2020.

Kegiatan tersebut akan dikemas dengan kegiatan Tarhib Ramadhan sekaligus bakti sosial.

Untuk itu, Yayasan Al-Lail mengajak dan memanggil kepada sahabat muslim untuk berpartisipasi sebagai wujud kepedulian kita khususnya kepada masyarakat yang terkena dampak wabah covid-19. 

Dengan harapan semoga dengan kepedulian kita kepada mereka dapat menjadi tabungan amal kita yang akan kita petik kelak di hadapan-Nya.

Partisipasi sahabat bisa disalurkan melalui layanan donasi Al-Lail, dengan nomor rekening :


Senin, 20 April 2020

Marhaban Ya Ramadhan


Bahagia dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan merupakan ibadah, yang dalam hal ini sekaligus menjadi barometer keimanan kita sebagai seorang muslim. Ia datang dengan membawa berkah untuk setiap insan yang beriman, maghfirah bagi jiwa yang diselimuti dosa, dan sebuah malam yang dinanti kehadirannya oleh para ahli ibadah. Ia sangat dirindukan kedatangannya dan disayangkan kepergiannya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Salman RA, berkata, Rasulullah SAW pada hari terakhir di bulan sya'ban berkhutbah di hadapan kami, maka beliau bersabda :

"Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba- Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
(Sahabat-sahabat lain bertanya: "Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.")
Rasulullah meneruskan :"Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air."
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirothol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.
Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.
Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.
(Amirul mukminin k.w. berkata: "Aku berdiri dan berkata: "Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?")
Jawab Nabi: "Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah."
Wahai manusia! Sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu'."
"Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin di dalamnya."
"Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang."
(Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa.) Maka bersabdalah Rasulullah saw, "Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu."
"Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka."
"Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya."
"Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka."

"Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga." (HR. Ibnu Huzaimah)