Rabu, 17 Juni 2020

Peran Orang Tua dalam Menyambut Tahun Ajaran Baru


Oleh : Subliyanto*

Sebentar lagi dunia pendidikan akan memulai aktivitas pendidikan di tahun ajaran baru 2020/2021. Para orang tua juga sedang ber "fastabiqul khairat" dalam memilihkan tempat pendidikan putra-putrinya sesuai dengan jenjangnya berdasarkan usia anaknya. Hal itu menunjukkan bahwa betapa pentingnya ilmu. Belajar atau menuntut ilmu merupakan ibadah terbaik bagi manusia. Karena dengan ilmu dapat mengantarkan manusia mendekatkan diri kepada Rabnya.

Dikutip dari buku Prophetic Parenting, dengan judul asli "Manhaj at-Tarbiyah an-Nabawiyah lith Tifhl", dalam hal pendidikan atau proses belajar, Rasulullah SAW. meletakkan kaidah mendasar bahwa masa kanak-kanak adalah masa belajar dan menuntut ilmu. Hal itu juga menunjukkan bahwa betapa pentingnya bagi para orang tua dalam memperhatikan pendidikan anak-anaknya.

Maka tak heran jika Yahya bin Khalid berkata kepada anaknya "Pelajarilah segala macam pengetahuan. Sebab, manusia adalah musuh bagi apa yang tidak diketahuinya, dan aku tidak suka engkau menjadi musuh bagi salah satu cabang ilmu pengetahuan". (Prophetic Parenting halaman 499).

Motivasi belajar juga disampaikan oleh Badi'us Zaman al-Hamadzani (Prophetic Parenting halaman 498), beliau mengirimkan surat kepada keponakannya untuk serius dalam menuntut ilmu. Dalam suratnya, beliau berpesan, "Engkau adalah anakku selama menuntut ilmu adalah kesibukanmu, madrasah adalah rumahmu, pena adalah temanmu, dan buku adalah sahabatmu. Apabila engkau tidak melakukannya, maka orang lain yang menjadi pamanmu. Wassalam".

Dalam memberikan arahan dan bimbingan tentang urgensitas menuntut ilmu kepada para generasi, kisah-kisah para salafus shaleh yang tidak bisa disebutkan satu persatu dalam tulisan ini, patut kiranya menjadi renungan bagi para orang tua yang secara manusiawi mendambakan putra-putrinya menjadi anak yang shaleh dan shalehah.

Maka pada momentum menjelang tahun ajaran baru ini, peran orang tua sangat penting untuk mengarahkan putra-putrinya dalam menentukan apa, dimana dan kepada siapa anaknya akan belajar, serta terus memberikan motivasi agar putra-putrinya belajar dengan sungguh-sungguh. Karena hal itu merupakan pintu utama bagi masa depan anak-anaknya.

Kesalahan orang tua dalam memberikan arahan dan bimbingan dalam proses pendidikan anak-anaknya, akan berakibat fatal, baik kepada diri anaknya dan juga kepada dirinya sebagai orang tuanya. Fatal yang dimaksud bukan dalam hal dunia yang dapat diindera semata, akan tetapi terlebih kelak di akhirat yang semua dari kita sebagai orang tua akan diminta pertanggung jawabannya.

Sebagai penutup dari tulisan singkat ini, penulis sematkan salah satu hadits tentang petunjuk Rasulullah SAW. kepada para orang tua. Beliau bersabda :

"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu Yahudi, Nashrani, atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya ?". (HR. Bukhari)

Wallahu a'lam []

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar